Hade Cagub/Cawagub Terpilih

Rabu, 23 April 2008

BANDUNG, (PR).-
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jabar akhirnya menetapkan Ahmad Heryawan dan Dede Yusuf (Hade) sebagai pasangan calon Gubernur Jabar dan Wakil Gubernur Jabar terpilih periode 2008-2013.

Penetapan dilakukan berdasarkan rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil penghitungan suara se-Jabar yang digelar di Aula KPU Jabar, Jln. Garut No. 11, Bandung, Selasa (22/4).

Penetapan Hade diwarnai penolakan penandatanganan berita acara rekapitulasi oleh saksi dari tim kampanye pasangan Agum Gumelar – Nu’ man Abdul Hakim (Aman). Rapat pleno yang dimulai pukul 10.15 WIB itu juga digelar di tengah aksi unjuk rasa dari sekitar tiga ratusan pendukung pasangan Aman yang meminta agar rapat pleno dihentikan. (Baca juga “Massa Kepung Kantor KPU” di halaman 2)

Berdasarkan rekapitulasi hasil penghitungan suara dari 26 kabupaten/kota di Jabar, pasangan Hade meraih 7.287.647 suara (42,02%), Aman memperoleh 6.217.557 suara (33,76%), dan pasangan Danny Setiawan – Iwan Sulandjana (Da’i) mengumpulkan 4.490.901 suara (24,22%). Jumlah suara sah mencapai 17.996.105 suara dan suara tidak sah sebanyak 806.560 suara. Hade unggul di 17 kabupaten dan kota, Aman menang di enam daerah, dan Da’i hanya unggul di tiga daerah.

Dengan demikian, terdapat 18.802.665 warga (67,31%) Jabar yang berpartisipasi dalam pilgub, dari jumlah pemilih yang tercatat dalam DPT sebanyak 27.933.259 orang. Dengan kata lain, angka golput dalam Pilgub Jabar ini mencapai 9.130.594 orang (32,69%).

Rapat pleno terbuka KPU Jabar dihadiri oleh Muspida Jabar, saksi dan perwakilan tim kampanye dari ketiga pasangan kandidat, ketua dan anggota KPU kab./kota se-Jabar, serta Panwas Pilgub Provinsi Jabar. Proses rekapitulasi tingkat provinsi dilakukan dengan cara membacakan hasil rekapitulasi tiap kabupaten/kota oleh masing-masing perwakilan KPU kab./kota.

Dua saksi dari pasangan Da’i dan Hade menerima hasil rekapitulasi, serta menandatangani berita acara. Sementara saksi dari tim Aman memilih tidak menandatangani berita acara sebagai bentuk ketidaksetujuan mereka terhadap hasil penghitungan tersebut.

Menurut saksi dari tim kampanye Aman, Rahadi Zakaria, ada dua hal yang membuat mereka menolak hasil rekapitulasi tersebut. Pertama, banyak saksi tim Aman di tingkat kabupaten dan kecamatan yang tidak menandatangani berita acara. Hal itu membuat tim kampanye Aman harus melakukan pengecekan kembali tentang sejauh mana keberatan yang terjadi di tingkat bawah tersebut. Kedua, tim Aman tetap keberatan dengan banyaknya pemilih yang tidak memiliki hak pilih akibat verifikasi oleh KPU yang tak akurat.

Keberatan mereka, kata Rahadi, akan segera didaftarkan ke Mahkamah Agung (MA).

Tiga hari
Ketua KPU Jabar Setia Permana terharu setelah acara rekapitulasi selesai digelar. Ia mengaku terkesan oleh kinerja KPPS, PPS, PPK, KPU kab./kota, dan seluruh staf KPU Jabar yang telah bekerja keras menggelar Pilgub Jabar.

Terkait hasil penetapan itu, Setia mengatakan, KPU sangat menghargai perbedaan pendapat dan diharapkan akan menjadi koreksi pada penyelenggaraan pemilu selanjutnya. “Bagi yang keberatan, undang-undang telah memberikan ruang selama 3×24 jam setelah penetapan. Untuk keberatan proses pilgub dapat dilaporkan ke panwas, sementara yang menyangkut hasil penghitungan suara dapat diajukan ke Mahkamah Agung,” kata Setia.

Seusai pleno penghitungan suara, KPU Jabar kembali menggelar rapat pleno tertutup. Hasilnya, KPU Jabar mengeluarkan Surat Ketetapan No 46/Kep/KPU-JB/IV/2008 tanggal 22 April 2008 tentang penetapan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat terpilih dalam Pemilu Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat 2008.

Menurut anggota KPU Jabar, Ferry Kurnia Rizkiyansyah, pada intinya surat tersebut menetapkan pasangan nomor urut 3 (Hade) sebagai pasangan calon yang terpilih dalam Pilgub Jabar 2008, berdasarkan hasil rekapitulasi perolehan suara di tingkat provinsi.

Tahapan selanjutnya, KPU Jabar akan mengajukan surat ketetapan tersebut ke DPRD Jabar untuk kemudian disampaikan ke Presiden melalui Menteri Dalam Negeri. “Itu akan diserahkan dalam satu atau dua hari ini, mungkin besok atau lusa,” ujar Ferry.

Pengamanan ketat
Pelaksanaan rapat pleno di KPU Jabar berjalan di bawah pengamanan superketat aparat keamanan. Beberapa kendaraan taktis (rantis) dan water cannon telah disiapkan untuk mengantisipasi merangseknya massa yang berunjuk rasa di sekitar Jln. Laswi Bandung. Beberapa menit sebelum rapat pleno digelar, sebuah helikopter milik Polda Jabar terlihat berkeliling di atas Kantor KPU Jabar.

Kepala Divisi Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Dade Achmad mengatakan, sebanyak 3.000 anggota polisi telah disiagakan untuk mengamankan rapat pleno dan penetapan hasil Pilgub Jabar. Menurut dia, semua satuan dalam lingkup kepolisian di seluruh Polresta di Bandung, Polwiltabes Bandung, serta Polda Jabar dilibatkan. Bahkan, satuan penjinak bom dari Gegana telah siaga di dalam area Kantor KPU Jabar.

Temui Da’i dan Aman
Menanggapi penetapan hasil perolehan suara yang dilakukan KPU Jabar, Ahmad Heryawan menyatakan, kemenangan yang diraihnya bersama pasangannya, Dede Yusuf, merupakan kemenangan rakyat Jawa Barat. “Saatnya mengisi kemenangan rakyat ini dengan bersama-sama membangun Jabar menuju provinsi yang mandiri, dinamis, dan sejahtera,” katanya, dalam konferensi pers di Hotel Papandayan, Jln. Gatot Subroto, Bandung.

“Semoga kami dapat mengemban amanah tersebut dengan lebih baik. Kami juga memohon kepada para sesepuh, tokoh masyarakat, alim ulama, kalangan swasta, petani, buruh, nelayan, birokrat, dan seluruh stakeholders Jabar, berkenan bersama-sama membangun Jabar,” ujarnya.

Hal itu, lanjut dia, akan dibuktikan dengan secepat mungkin mengadakan silaturahmi dengan para kandidat peserta Pilgub Jabar lainnya, yaitu pasangan Da’i dan pasangan Aman.

Selain itu, Heryawan akan mengisi 100 hari pertama jabatan mereka dengan persiapan perumusan program dalam APBD tahun depan. “Untuk melakukan semua program yang telah kami canangkan, tidak mungkin dilakukan dalam 100 hari pertama. Minimal, baru dapat dimasukkan dalam APBD Perubahan Juli atau Agustus,” ungkap Heryawan.

Sementara itu, Dede Yusuf berniat untuk melakukan silaturahmi dengan kalangan birokrat pada 100 hari pertama jabatannya sebagai wakil gubernur. “Silaturahmi dan konsolidasi perlu dilakukan, karena kita perlu kerja sama dengan berbagai pihak dalam menjalankan tugas ke depan,” kata Dede. (A-124/A-72/A-130/A-158/CA-178/CA-178/CA-179)***

Sumber: Pikiran Rakyat

One response to “Hade Cagub/Cawagub Terpilih

  1. Spot on with this write-up, I seriously believe this web
    site needs much more attention. I’ll probably be returning to read more, thanks for the information!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s