Massa Kepung Kantor KPU Jabar

Ormas Islam Ajak Masyarakat Junjung Sikap dan Budaya Jabar

Rabu, 23 April 2008

BANDUNG, (PR).-
Sejumlah massa dari Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI), Forum Masyarakat Peduli Pilkada Jabar, dan LSM Lodaya Karawang berunjuk rasa atas hilangnya 2 juta hak suara warga yang tak tercantum dalam daftar pemilih tetap (DPT) Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar 2008.

Sebagian massa GMBI berkumpul di sekitar Jln. Laswi, sejak pukul 8.00 WIB, memulai aksi sekitar pukul 10.00 WIB dengan orasi di Jln. Laswi, di mulut Jln. Garut yang menuju kantor KPU Jabar.

Jumlah massa bertambah dengan datangnya kelompok Forum Masyarakat Peduli Pilkada Jabar. Kelompok mengajukan dua poin, yaitu tuntutan agar KPU mendata ulang seluruh warga Jabar yang belum memberikan hak pilih dan menuntut KPU memberikan kesempatan pada masyarakat yang tak tercantum dalam DPT untuk melakukan pemilihan susulan secara terbatas.

Massa bertambah dengan datangnya anggota Gerakan Pemuda Ka`bah bersama anggota LSM Lodaya Karawang. Orasi pun dilanjutkan dalam keadaan kondusif. Namun, terjadi aksi saling dorong antara massa dengan aparat, yang sempat membuat seorang anggota GMBI jatuh pingsan, meski tidak ada korban luka.

Sekitar pukul 13.00 WIB gelombang massa kembali berdatangan, yakni massa GMBI dari Bekasi dan Karawang. Aksi kembali dilanjutkan sampai berakhir pukul 15.00 WIB.

Jumlah massa pengunjuk rasa di sekitar Jln. Laswi berangsur-angsur surut. Mereka bergerak menuju Posko Agum-Nu`man (Aman) di Jln. Soekarno-Hatta No. 478 Bandung. Di Posko Aman, pukul 17.30 WIB massa bersiap untuk pulang ke daerahnya masing-masing, yaitu Bekasi, Tasikmalaya, dan Garut dengan menggunakan delapan bus.

Akibat bentrokan, empat anggota kepolisian dari Dalmas Polresta Bandung Barat yang membantu petugas Polresta Bandung Tengah, mengalami luka. Masing-masing Bripda Didik mengalami keseleo bagian lengan kanan, Bripda Gilang luka pada bagian mata diduga terkena lemparan batu, Bripda Rudy Irawan luka di bagian lengan dan wajah, dan Yopi luka pada lengan dan wajah.

Kapolesta Bandung Barat Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Drs. Tedy Setiadi membenarkan, luka aparatnya tak parah. “Akibat saling dorong antara petugas dan pedemo, yang ingin masuk ke KPU Jabar,” ujar AKBP Tedy Setiadi.

Kompromi
Menanggapi kemenangan Hade, Ketua Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Didik Supriyanto di Jakarta, Selasa (22/4) mengatakan, Ahmad Heryawan-Dede Yusuf mau tidak mau harus berkompromi dengan legislatif agar roda pemerintahan Jabar bisa berjalan baik. Ini perlu, karena Hade yang diusung PKS dan PAN akan berhadapan dengan parpol lain di kursi legislatif Jabar.

Khusus untuk Pilgub Jabar 2008, kata Didik, sejauh ini berjalan baik dan lancar. Salah satu faktor penting keberhasilan, manajemen KPU Jabar dinilai dapat mengelola proses pilkada dengan jumlah pemilih hingga jutaan orang.

Direktur Eksekutif Center for Electoral Reform (Cetro) Hadar Gumay mengatakan, daftar pemilih memang selalu menjadi permasalahan dalam setiap pilkada. Parpol seharusnya bisa mengawal daftar pemilih lebih awal, sehingga DPT disepakati semua pihak.

Menjaga akhlak
Pada bagian lain, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jabar dan berbagai ormas Islam menyerukan, agar semua pihak menjunjung sikap dan budaya Jabar yang silih asah, silih asih, silih asuh, termasuk menyikapi hasil Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar. Adanya ketidakpuasan adalah hal wajar, namun perlu disampaikan dengan bahasa santun dan menjadikan jalur hukum sebagai upaya terakhir.

Seruan itu dikatakan Ketua Umum MUI Jabar, K.H. Hafizh Utsman, Ketua PW Muhammadiyah Prof. Dr. H. Dadang Kahmad, dan Ketua PW Persis, K.H. Idad Sumarta, saat dihubungi terpisah, Selasa (22/4). Pernyataan sama juga dikemukakan Ketua PW Persatuan Umat Islam (PUI) Jabar K.H. Djadja Djahari, Ketua PW Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jabar K.H. R. Maulany, dan Ketua PW Mathlaul Anwar, K.H. Fadil Syamsuddin.

Menurut Kiai Hafizh, setiap cagub/cawagub harus menjaga akhlak, baik sebelum maupun sesudah pilgub. “Antarsesama pasangan dan parpol diharapkan bisa menjauhkan diri dari upaya saling gugat,” katanya. (A-71/A-130)***

Sumber: Pikiran Rakyat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s