Ancaman Dalam Makanan

Kamis, 24 April 2008
Cakrawala/Utama

Penyakit yang berasal dari makanan (foodborne diseases, foodborne illness, atau foodborne poisoning) adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan penyakit yang berkaitan dengan menelan makanan yang mengandung mikroorganisme, zat kimia, atau racun.


Berikut ini adalah beberapa mikroorganisme penyebab penyakit yang berasal dari makanan.

“Escherichia coli O157:H7”
Escherichia coli O157:H7 adalah salah satu strain E.coli yang memproduksi racun kuat yang dapat menyebabkan sakit berat. Bakteri ini pertama kali dikenali sebagai patogen pada manusia di tahun 1982 ketika terjadi kejangkitan hemorrhagic colitis setelah mengonsumsi hamburger. Penyakit ditandai dengan diare berdarah, dehidrasi, dan sakit perut berat.

Gejala awal muncul 2-8 hari (rata-rata 3-4 hari) setelah terpapar bakteri. Kadang-kadang infeksi menyebabkan diare tak berdarah, sedikit atau tanpa demam, atau tanpa gejala. Pada beberapa orang, khususnya anak-anak di bawah umur lima tahun dan lansia, dapat terjadi komplikasi yang disebut hemolytic uremic syndrome (HUS) yang ditandai dengan kerusakan sel darah merah dan gagal ginjal. Komplikasi lain yang berkaitan dengan HUS adalah koma, stroke, perforasi usus, pankreatitis, dan hipertensi, dan implikasi jangka panjang seperti kebutaan dan kelumpuhan.

“Salmonella”
Infeksi oleh bakteri Salmonella menyebabkan salmonellosis yang ditandai dengan diare, demam, dan sakit perut 12-72 jam setelah infeksi. Pada beberapa orang, diarenya bisa berat sehingga harus diopname. Pada pasien ini, infeksi telah menyebar dari usus ke aliran darah, dan kemudian ke bagian tubuh lainnya dan dapat menyebabkan kematian kecuali jika dirawat dengan baik dengan pemberian antibiotik.

Salmonella typhi menyebabkan demam tifoid. Penderita membawa bakteri ini dalam saluran darah dan saluran pencernaan. Beberapa orang menjadi carrier (pembawa) yaitu orang tersebut telah sembuh dari demam, namun terus membawa-bawa bakteri. Sekali S. typhi tertelan, mereka berkembang biak dan menyebar ke dalam aliran darah. Tubuh bereaksi berupa demam dan gejala-gejala lainnya.

“Shigella”
Shigellosis adalah infeksi yang disebabkan sekelompok bakteri yang disebut Shigella dengan gejala-gejala diare, demam, dan sakit perut 1-2 hari setelah terpapar. Pada beberapa orang diarenya bisa sangat berat sehingga harus diopname. Sebagian orang yang terinfeksi Shigellla flexneri akan menderita sakit sendi, iritasi mata, dan kencing sakit yang disebut sindrom Reiter yang dapat berlangsung bulanan atau tahunan dan bisa berlanjut dengan arthritis kronis yang susah diobati.

“Vibrio cholerae”

Kolera adalah penyakit diare akut yang disebabkan infeksi usus oleh bakteri Vibrio cholerae. Gejalanya bisa ringan, berat, atau tanpa gejala. Pada infeksi yang parah terjadi diare berat, muntah, dan kram kaki. Pada penderita seperti ini, cairan tubuh yang hilang dengan cepat akan menyebabkan dehidrasi dan shock. Tanpa pengobatan, kematian bisa terjadi.***

Akhmad Taufik, S.T.P.

Alumnus Teknologi Pangan Universitas Padjadjaran.

Sumber: Pikiran Rakyat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s