Program Sertifikasi Memberatkan Guru

Kamis, 24 April 2008
Pendidikan

BANDUNG, (PR).-
Penetapan portofolio pemerintah tentang pelaksanaan sertifikasi guru dinilai sebagai upaya setengah hati dalam menyejahterakan guru. Syarat sertifikasi terlalu memberatkan.

Sekretaris Jenderal Federasi Guru Independen Indonesia (FGII ), Iwan Hermawan mengatakan hal itu saat dihubungi, Rabu (23/4). Iwan mengatakan, adanya sertifikasi guru dapat menyebabkan konflik horizontal dalam sekolah karena guru akhirnya hanya berlomba memenuhi persyaratan.

Menurut Iwan, beberapa persyaratan untuk tersertifikasi adalah sudah memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK), memiliki beberapa sertifikat dari seminar atau pendidikan lain yang menunjang, serta mengajar sebanyak 24 jam selama satu minggu. “Ini kan sangat memberatkan. Guru sejarah yang biasanya mengajar satu jam untuk satu kelas. Bisa dibayangkan bila ia ingin memenuhi salah satu syarat sertifikasi, harus mengajar 24 kelas. Bisa saja terjadi saling rebutan jumlah jam pelajaran. Ini yang dimaksud dengan konflik horizontal.”

“Mungkin, kalau guru Sekolah Dasar (SD) bisa memenuhi itu karena mereka mengajar semua mata pelajaran. Akan tetapi, yang memberatkan bagi guru SD adalah harus dari lulusan S-1. Padahal, dari seluruh Indonesia hanya 9 persen guru SD yang lulusan S-1,” katanya.

Selain itu, menurut Iwan, guru-guru bisa jadi hanya berkonsentrasi pada pengumpulan sertifikat dan mengikuti pendidikan di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang dianjurkan dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 40/2007 tentang Pendidikan Profesi Bagi Jabatan.

Sementara itu, Ketua Komisi E DPRD Jawa Barat yang membidangi pendidikan, Nur Supriyanto menyanggah bahwa syarat itu memberatkan. “Sertifikasi adalah langkah pemerintah untuk melakukan standardisasi dengan cara meningkatakan kualitas guru,” tuturnya.

Nur mengatakan, memang ada kompetisi di antara guru, tetapi tujuannya untuk meningkatkan kualitas pendidikan. “Seharusnya ini kita sikapi dulu dengan prasangka yang baik dan positif,” katanya. (CA-186)***

Sumber: Pikiran Rakyat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s