30 Ribu Buruh Pastikan Peringati May Day

Nasional
Selasa , 29 April 2008 , 18:04:12 wib
Serentak di 24 Kota di Indonesia
Rachmat Hidayat

JAKARTA, TRIBUN – Peringatan hari buruh atau lebih dikenal May Day, dipastikan akan dimeriahkan sekitar 30 ribu buruh yang akan melakukan aksi turun ke jalan.

Selain Ibu Kota Jakarta yang akan menjadi pusat aksi, 23 kota lainnya juga dipastikan akan menjadi ajang perayaan para kaum buruh di Indonesia ini. Hal ini diungkapkan oleh Koordinator Front Perjuangan Rakyat (FPR) Rudy HB Daman, Selasa ( 29/4).

Selain ibukota, beberapa kota lain yang akan digoyang oleh ‘massa’ buruh antara lain, Bandung dan Kota Garut. Kemudian akan dipusatkan juga di Kota Purwokerto, Wonosobo, Yogyakarta, Surabaya, Banyuwangi, Malang dan Jombang. Untuk wilayah Kalimantan dan Sulawesi akan dilakukan di Pontianak, Banjarmasin, Makassar, Palu, Bulukumba, Donggala serta Kota Kendari.

“Sasaran aksi para buruh adalah pusat-pusat kekuasaan dan seluruh badan pemerintahan di semua tingkatan. Baik Istana Negara di ibukota Jakarta, sampai kantor gubernur dan kantor bupati di beberapa kota yang akan jadi pusat hari buruh nanti,” ujar Koordinator FPR, Rudy HB Daman kepada Persda Network.

“Khusus untuk Jakarta, aksi akan dimulai dari Bundaran Hotel Indonesia pada pukul 09.00 WIB dan berlanjut depan Istana. Di depan Istana Negara, FPR juga akan melakukan aksi bersama dengan berbagai elemen lain, di antaranya Aliansi Buruh Menggugat (ABM). Tuntutannya adalah meminta rezim SBY JK untuk memenuhi tuntutan kaum buruh dan rakyat kini tertindas,” kata Rudy.

Peringatan May Day dari ribuan buruh kali ini, juga akan menjadi ajang tuntutan kepada pemerintah untuk menaikkan upah buruh berdasar kebutuhan hidup layak. Termasuk para buruh tani dan pekerja pertanian dipedesaan serta golongan pekerja rendahan lainnya.

“May Day kali ini juga akan menuntut penghapusan sistem kerja kontrak serta outshourcing. Termasuk pula, menuntut penghentian pemutusan hubungan kerja (PHK) dalam bentuk apapun,” ujar Rudi seraya menyatakan, pihaknya juga menuntut dijadikannya 1 Mei sebagai hari buruh dan libur nasional.

Rudy menambahkan, FPR dalam aksi nanti turut pula meminta untuk dihentikannya kriminalisasi terhadap buruh dan aktifis buruh serta kaum tani. “Bebaskan tanpa syarat kaum tani dan rakyat lainnya yang ditahan. Hentikan segera segala bentuk intimidasi serta terror terhadap seluruh rakyat yang berjuang untuk menuntut hak sosial ekonominya serta hak-hak sipil demokratisnya, ” tegasnya. (*)

Sumber: Tribun Jabar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s