Agar Nyaman Berobat ke Luar Negeri

Rabu, 30 April 2008
Gaya Hidup

Oleh DIAN SYARIEF

BEROBAT ke luar negeri perlu persiapan khusus agar hasil yang diperoleh tidak mengecewakan dan sebanding dengan pengorbanan yang dikeluarkan. Berikut beberapa langkah yang perlu diperhatikan sebelum memutuskan berobat ke luar negeri. Langkah-langkah ini berdasarkan pengalaman penulis yang sudah belasan kali berobat ke luar negeri:

  1. Pastikan dahulu tujuan dan alasan mengapa kita berobat ke luar negeri. Sepanjang tujuan dan alasan yang diinginkan tidak dapat dipenuhi di Indonesia, berobat ke luar negeri adalah pilihan yang dapat dipertimbangkan. Alasan terbaik adalah jika ada kelebihan yang dapat diperoleh dari berobat ke luar negeri itu.
  2. Kumpulkan informasi selengkap mungkin tentang Rumah Sakit/klinik/dokter yang akan dituju di luar negeri melalui internet atau dari orang yang pernah berobat ke tempat itu. Bisa juga melalui perwakilan dari RS/klinik setempat. Usahakan agar dapat memperoleh informasi seobjektif mungkin & tidak terjebak oleh informasi yang bersifat persuasif semata.
  3. Pastikan dokter yang akan menangani memang ahlinya (secara keilmuan dan pengalaman), dengan cara mengumpulkan data/informasi dari berbagai sumber. Dapat pula ditanyakan dan dikonfirmasikan kepada dokter dengan keahlian sejenis di Indonesia yang umumnya juga tergabung dalam asosiasi internasional.
  4. Pertimbangkan jarak dan waktu tempuh perjalanan dengan kondisi pasien yang akan diobati serta konsultasikan dengan dokter tentang perlu tidaknya menggunakan prosedur evakuasi. Jangan sampai kondisi kesehatan pasien justru memburuk karena waktu tempuh terlalu lama .
  5. Biaya berobat ke luar negeri umumnya akan jauh lebih besar dari biaya berobat di dalam negeri karena selain biaya standar pengobatan yang umumnya lebih tinggi juga ada biaya tambahan lainnya seperti biaya evakuasi bagi pasien yang kondisinya parah, biaya transportasi dan akomodasi bagi pasien dan pengantar. Maka pertimbangkan secara matang perkiraan anggaran dan dana yang tersedia.
  6. Perhatikan pula kelancaran dan kenyamanan komunikasi antara pasien/keluarga dengan dokter/RS/klinik agar tak terjadi kesalahpahaman, sehingga terapi dapat berjalan dengan baik selama berobat di luar negeri maupun setelah kembali ke tanah air.
  7. Kumpulkan semua catatan medis dan instruksi pascaoperasi dan perawatan yang dibutuhkan untuk dilanjutkan di tanah air. Akan lebih baik jika dokter di luar negeri mengenal teman sejawatnya di Indonesia atau mau membuka komunikasi dengan dokter di tanah air untuk kelanjutan perawatan dan pengobatan.

Penulis, Penyandang Lupus & “Low Vision”, Ketua Syamsi Dhuha Foundation.

Sumber: Pikiran Rakyat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s