Buruh Peringati “May Day”

Rabu, 30 April 2008
Utama

Aparat Keamanan Siagakan 15.000 Personel

JAKARTA, (PR).-
Menakertrans Erman Suparno meminta buruh yang memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) pada 1 Mei agar melaksanakan dengan tertib tak berbuat anarkis. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu takut atau panik dengan adanya keramaian itu.

“Peringatilah dengan tertib, sukacita, dan jangan anarkis. Masyarakat pun tidak perlu panik,” kata Erman di Jakarta, Selasa (29/4). Diperkirakan, ratusan buruh akan turun ke jalan Rabu (30/4) dan Kamis (1/5) memperingati May Day.

Di Jakarta, rencana demo besar-besaran itu diantisipasi dengan kesiapan aparat agar tak menimbulkan anarkisme. Menurut Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Adang Firman, Polda Metro Jaya mengerahkan 15.000 personel untuk mengamankan. “Kampir 10.000 polisi dikerahkan, didukung TNI dan trantib jadi 15.000 personel,” katanya.

Kapolda mengatakan, perayaan Hari Buruh akan terpecah jadi dua. Beberapa kelompok melakukan aksi pada 30 April 2008. “Makanya, kita akan siagakan besok pagi (hari ini) gelar pasukan di Monas pukul 8.00 WIB,” katanya.

Menakertrans meminta agar para buruh harus menghormati hak-hak warga lain yang ingin beraktivitas. Menakertrans juga meminta para pengusaha memberi ruang bagi buruh untuk memperingatinya di lingkungan perusahaan.

Kepada masyarakat, Erman berharap menghormati buruh yang merayakan itu. Di forum tripartit sudah disepakati agar peringatan Hari Buruh dilakukan dengan damai. “Saya minta masyarakat tidak panik. Pemerintah juga mengucapkan terima kasih jika kegiatan itu diisi dengan kegiatan lain seperti konser musik atau pentas seni lainnya,” katanya.

Tak hanya buruh
Tentang upaya pemerintah mengatasi masalah pemenuhan kebutuhan pokok, Erman mengatakan kondisi seperti itu tak hanya dialami buruh, tapi juga masyarakat lain, bahkan di negara lain sekalipun.
Pemerintah, kata Erman, sudah menyiapkan bantuan langsung, kredit usaha rakyat (KUR). “Khusus kepada buruh, perusahaan diminta untuk memenuhi hak-hak normatif pekerja, selain pengadaan bantuan uang muka perumahan dan beasiswa,” ujarnya.

Mengenai pegawai outsourcing yang banyak dipermasalahkan, Erman mengatakan, pihaknya sudah meningkatkan pengawasan agar pelaksana-annya benar-benar sesuai dengan UU No. 13/2003, di mana mekanisme itu hanya boleh dilakukan oleh perusahaan dalam kondisi tertentu.

Erman mengakui, ada desakan agar sistem pekerja kontrak ditiadakan dan outsourcing ditinjau lagi. Mekanisme pekerja outsourcing realitas yang sulit untuk dibendung. Untuk itu, harus ada pengaturan. Misalnya, perusahaan yang menyediakan tenaga outsourcing harus berbadan hukum. (A-78/A-84)***

Sumber: Pikiran Rakyat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s