Minggu Kelam

Sudah berlalu sekitar tiga minggu kejadian ini. Namun baru kali ini ak bisa membagi dalam ruang ini.

**

Selama sekitar 7 bulan aku lalui “kehidupan baru”, selepas walimatul urusy.

Saat Resepsi Pernikahan

Saat Resepsi Pernikahan

Ya, di bulan November 2007 aku mantapkan diri memilih satu wanita yang akan mendampingi kehidupanku selanjutnya. Dalam rasa suka cita kami lalui awal-awal masa pernikahan tersebut. Konflik tampaknya menjadi hiasan dalam kehidupan bersama. Bagaimana tidak, mempersatukan dua jiwa tidak semudah yang dibayangkan. Walaupun kondisi kami tidak bisa selalu bersama. Jarak masih saja memisahkan karena pekerjaan masing-masing yang tidak bisa ditinggalkan.

Selama itu 7 bulan itu pula kami sangat berharap hadirnya sosok baru sebagai buah hati dan wujud kebersamaan kami.

Alhamdulillah… di bulan Juni 2008 istriku dinyatakan positif hamil. Kami merasa sangat berbahagia. Rasanya lengkap sudah kebahagiaan menjalani kehidupan bersama.

Namun ternyata Illahi Rabbi berkehendak lain. Kebahagiaan kami tidak berlangsung begitu lama. Perhitungan medis menyatakan bahwa kandungan istriku masuk hitungan minggu ke-10.

Janin 10 Minggu

Janin 10 Minggu

Dalam rentang waktu seminggu di akhir bulan Agustus 2008, bisa dianggap sebagai minggu kelam dalam kehidupan mengarungi rumahtangga ini. Memang tidak menjadi gejolah hebat. Orang lain mungkin mengalami hal yang jauh atau bahkan sangat lebih dahsyat.

Awalnya istriku hanya mengeluarkan flek-flek biasa. Namun, selang seminggu kemudian, janin yang ada di dalam kandungannya harus dibersihkan. Janinnya tidak dapat dipertahankan. Dari awal kehamilan hingga saat-saat kelam itu terjadi kami memang selalu konsultasi dengan Dr. PS, SP.OG. beruntung kami bisa konsultasi dengan nyaman bersama dokter tersebut. Bahkan ketika kami harus berurusan dgn Rumah Sakit B. pun dokter, yang memang praktek di tempat di yang berada di bilangan Jl. Ir. H Djuanda tersebut, terus memantaunya.

Penjelasan yang kami peroleh menyebutkan istriku terlalu kelelahan. Terlalu banyak aktivitas mungkin yang ia lalukan. Selain tugasnya mengajar, secara psikis pun ia mengalami kelelahan.

Namun inilah hal terberat yang harus kami alami selama mengarungi hidup berkeluarga. Mau marah pun tidak tahu pada siapa? Mungkin kami belum waktunya mendapat momongan. Masih banyak hal lain yang harus kami perhatikan dan perbaiki.

Saat ini hanya doa yang dapat kami panjatkan. Semoga apa yang terjadi bisa menjadi pelajaran untuk masa depan. Semoga kebaikan dan kebahagiaan menyertai untuk masa selanjutnya. Amiin…

6 responses to “Minggu Kelam

  1. turut berduka dam prihatin. Semoga segera diberi kepercayaan kembali. Tetap tabah dan kuat ya…salam buat istri yang belum sempat kenal

  2. Makasih banyak mbak buat smua doanya. Amiin… mudah2an diberi kepercayaan lagi dan mendapat yg lebih baik. (tapi bwt sementara hrus “kosong” dl Mbak, hehehe….). Moga2 suatu waktu nanti ktemu n kenal ma istri🙂
    Salam juga buat keluarganya yaa…

  3. saya pun pernah mengalami hal yang sam,betapa berat menjalani kehamilan ke-2,di usia janin menginjak usia 4 bulan lebih pd th 2005,namun tidak dapat dipertahankan,karena saya terlampau lelah dan stress,karena anak pertama masih 18 bulan.di USG sudah jelas terlihat gerakan bayiku-..telah saya beri nama (AHMAD FA’IQ MUNIB)….semoga kelak di surga kami dapat bertemu….semoga semua menjadi ibroh bagi kita semua….

    • Turut berduka juga ya Mbak…. Amiiin… Semoga di hari akhir bisa saing membahagiakan, berkumpul bersama. Insya Allah. Alhamdullilah saat ini kami sudah dikaruniai seorang putri yang cantik..

  4. manusia tidak akan luput dari cobaan, mudah2an kita bisa menghadapinya, semangat,,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s