Sejarah Uang



PADA dasarnya, uang hanyalah benda biasa, bisa berbentuk koin, lempengan biasa, atau kertas. Tapi di dalam uang, hakikat guna, nilai, bahkan maknanya sangat luar biasa. Uang tergolong benda unik, khas, dan menawan sepanjang sejarah peradaban manusia. Semenjak muncul 3.000 tahun lalu di Libia pada masa pra-kerajaan Yunani hingga kini, persoalan kehidupan manusia tiada lepas dari uang.

Dalam rentang panjang sejarah peradaban, manusia bertikai memperebutkan dan berusaha keras mendapatkannya sebanyak mungkin dalam bentuk apa saja uang hadir; batangan emas, keping perak, koin tembaga, uang kertas, atau kulit kerang cowrie. Selama berabad-abad mitologi dan sastra Barat meriwayatkan kebahagiaan dan penderitaan manusia dalam proses perolehan dan kehilangan uang dalam jumlah besar (halaman 391). Melalui paradigma antropologi inilah Jack Weantherford memperlihatkan fenomena uang atas kehidupan umat manusia sepanjang sejarah.

Setelah hampir lima ratus tahun mengalami perubahan sosial yang pesat, seluruh kekuatan itu berhimpun dalam kebangkitan sebuah imperium model baru yang berpusat di Roma. Kekaisaran unik ini adalah perluasan terbesar peradaban klasik yang diciptakan uang, tetapi juga merupakan awal berakhirnya uang sebagai sebuah sistem yang disandarkan pada koin logam. Roma menjadi klimaks dunia klasik sekaligus penghancurnya (halaman 52).

Di era modern, uang bukan sekadar berguna sebagai alat tukar. Karena di dalamnya terkandung nilai yang sedemikian penting bagi perekonomian masyarakat, uang juga bisa dijadikan barang komoditas. Hadirnya teknologi baru benar-benar mengubah cara manusia mendapatkan dan menggunakan uang, dan itu akan menciptakan sistem kelas kaya dan miskin yang baru.

Sistem uang baru itu akan mengubah cara manusia mendistribusikan barang dan cara manusia membiayai kehidupan bermasyarakat. Bahkan, sistem ini akan menata ulang peta politik dunia dan menciptakan entitas global dan lokal baru yang susah dibayangkan saat ini. ”Benar-benar akan mengubah makna uang” (halaman xi).

Kehadiran teknologi sangat berperan mentransformasikan gerak uang. Produksi pertanian di pelosok Afrika bisa dianalisis oleh pedagang di New York dalam waktu yang relatif singkat. Sebagian orang menjual sayur-mayur, sebagian lain menjual layanan telekomunikasi, sebagian menjual ikan asin, dan sebagian menjual harga saham perusahaan.

Komunikasi elektronik dengan efisien menghubungkan semua pasar itu menjadi sebuah pasar internasional tunggal, menyatukan semua bumi, dan yang tak kalah pentingnya, semua bagian pasar (halaman 410). Orang-orang itu disatukan oleh satu hal; uang, entah apa bentuk dan nama mata uang itu.

Uang bukan hanya menjadi alat tukar sederhana di pasar-pasar becek. Uang menyusup dalam panggung politik kenegaraan, sebab ternyata negara juga bergantung pada uang. Para pengelola negara memakai uang dalam merebut jabatan. Fitrahnya, berpolitik memang bukan urusan uang, melainkan urusan ‘sosial’ membuat kebijakan yang bijak.

Tapi kenyataannya, urusan politik tidak semulia digambarkan buku-buku pedoman pendidikan. Urusan politik juga urusan transaksi para pemulung uang. Bukan hanya itu, urusan politik antarnegara juga bergerak dalam soal uang. Perang-perang modern yang terus berlangsung tiada lepas dari urusan ekonomi di mana uang sangat dominan berperan.

Karena unsur fungsi dan nilai itulah uang menjadi bagian penting dari kehidupan. Membicarakan uang dalam perspektif ilmiah seperti dalam buku ini sangat menarik. Kita sadar bahwa uang ternyata bukan sekadar alat tukar, bukan pula satu-satunya benda yang menentukan kehidupan seseorang. Tapi, kesalahan memahami apa itu uang bisa jadi langkah hidup seseorang fatal. Orang bijak tidak akan lupa sejarah, apalagi sejarah uang. Selamat membaca, dan menikmati uang dengan cara yang lain. (Siti Nur Aryani, pengajar FE-UI)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s