Mengkaji Diri: Individu dan Sosial

Proses pengenalan dalam kehidupan ini merupakan suatu tahapan, bukan sebuah akhir. Kehidupan merupakan arus besar yang terus bergerak, berubah, dan mengalami pergantian. Banyak hal yang sangat berpengaruh terhadap gerak perubahan yang terjadi, baik berasal dari dalam diri maupun dari luar dirinya.


Gambaran kondisi tersebut dapat dipahami sebagai bentuk keberadaan manusia sebagai mahluk individu sekaligus sebagai mahluk sosial.

I.
Individu berasal dari kata latin yaitu “individuum” yang berarti tidak terbagi, sehingga kata individu dapat diartikan sebagai sebutan yang dapat digunakan untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan terbatas.

Manusia sebagai makhluk individu memiliki unsur jasmani dan rohani, unsur fisik dan psikis, unsur raga dan jiwa. Seseorang dipandang sebagai manusia individu ketika unsur-unsur tersebut menyatu dalam dirinya. Jika unsur tersebut sudah tidak menyatu lagi maka seseorang tidak disebut sebagai individu.

Setiap manusia memiliki keunikan dan ciri khas tersendiri, tidak ada manusia yang persis sama (termasuk manusia yang terlahir kembar sekalipun). Pada sekian banyak manusia, ternyata masing-masing memiliki keunikan tersendiri. Seorang individu adalah perpaduan antara faktor fenotip dan genotip.

Faktor genotip adalah faktor yang dibawa individu sejak lahir. Artinya, genotif merupakan faktor keturunan, dimiliki individu sejak lahir.

II.
Pada perkembangannya, setiap individu mengalami dan mendapat beban berbagai peranan yang berasal dari kondisi hidup bersama dengan sesama manusia. Pada diri individu kerap terjadi konflik karena tingkah laku yang khas pada diri manusia bertentangan dengan pranata dan kebiasaan yang ada di dalam masyarakat yang ia tempati.

Setiap individu pun sangat lumrah melakukan proses menyesuaikan diri (baca: adaptasi) dengan lingkungan sekitarnya. Hal tersebut mejadi upaya manusia menjalankan peran dirinya sebagai individu dan sebagai bagian masyarakatnya.

Individu memiliki ciri fisik atau karakter sifat yang dibawa sejak lahir (genotif). Di sisi lain ia juga memiliki sisi kepribadian yang dipengaruhi oleh berbagai faktor di luar dirinya (fenotif).

Faktor fenotip merupakan ciri fisik dan karakter yang dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Faktor tersebut ikut berperan dalam pembentukan karakteristik pribadi yang khas dari seseorang. Istilah lingkungan merujuk pada lingkungan fisik dan lingkungan sosial. Lingkungan fisik seperti kondisi alam sekitarnya. Lingkungan sosial, merujuk pada lingkungan di mana seorang individu melakukan interaksi sosial. Kita melakukan interaksi sosial dengan anggota keluarga, dengan teman, dan kelompok sosial yang lebih besar.

Karakteristik yang khas dari seseorang dapat kita sebut dengan kepribadian, yaitu bentuk keseluruhan perilaku individu yang merupakan hasil interaksi antara potensi-potensi bio-psiko-fiskal (fisik dan psikis) yang terbawa sejak lahir dengan rangkaian situasi lingkungan, yang terungkap pada tindakan dan perbuatan serta reaksi mental psikologisnya, jika mendapat rangsangan dari lingkungan. Dia menyimpulkan bahwa faktor lingkungan (fenotip) ikut berperan dalam pembentukan karakteristik yang khas dari seseorang (Sumaatmadja 2000).

Secara sosial, setiap individu tersebut dipandang telah mampu menemukan kepribadiannya (bentuk aktualisasi diri) sebagai bagian dari lingkungannya. Hal tersebut terjadi pula dalam sikap dan karakter individu. Bentuk perubahan bisa muncul pada individu dalam hal fisik, sikap, karakter, bahkan keyakinan. Sehingga pada kasus tertentu, bisa saja kita terheran-heran dengan perubahan teman lama yang pernah ia kenal.

Setiap manusia pun diberikan anugerah berupa akal pikiran yang berkembang serta dapat dikembangkan. Keberadaan manusia sebagai makhluk sosial menempatkan mereka selalu hidup bersama dengan manusia lainnya. Dorongan masyarakat yang dibina sejak lahir akan selalu menampakan dirinya dalam berbagai bentuk, karena itu dengan sendirinya manusia akan selalu bermasyarakat dalam kehidupannya.

Manusia dikatakan sebagai makhluk sosial, juga karena pada diri manusia ada dorongan dan kebutuhan untuk berhubungan (interaksi) dengan orang lain, manusia juga tidak akan bisa hidup sebagai manusia kalau tidak hidup di tengah-tengah manusia.

Tanpa bantuan manusia lainnya, manusia tidak mungkin bisa berjalan dengan tegak. Dengan bantuan orang lain, manusia bisa menggunakan tangan, bisa berkomunikasi atau bicara, dan bisa mengembangkan seluruh potensi kemanusiaannya.

Dapat disimpulkan, bahwa manusia dikatakan sebagai makhluk sosial, karena beberapa alasan, yaitu:
a. Manusia tunduk pada aturan, norma sosial.
b. Perilaku manusia mengaharapkan suatu penilain dari orang lain.
c. Manusia memiliki kebutuhan untuk berinteraksi dengan orang lain
d. Potensi manusia akan berkembang bila ia hidup di tengah-tengah manusia.

III.
Manusia merupakan mahluk individu yang menjadi satuan terkecil dalam suatu organisasi atau kelompok. Setiap manusia harus memiliki kesadaran diri, mulai dari kesadaran pribadi di antara segala kesadaran terhadap segala sesuatu. Kesadaran diri tersebut meliputi kesadaran diri di antara realita, self-respect, self-narcisme, egoisme, martabat kepribadian, perbedaan dan persamaan dengan pribadi lain, khususnya kesadaran akan potensi-potensi pribadi yang menjadi dasar bagi self-realisation.

Sebagai makhluk individu, manusia memerlukan pola tingkah laku yang bukan merupakan tindakan instingtif belaka. Manusia yang biasa dikenal dengan Homo sapiens memiliki akal pikiran yang dapat digunakan untuk berpikir dan berlaku bijaksana. Dengan akal tersebut, manusia dapat mengembangkan potensi-potensi yang ada di dalam dirinya seperti, karya, cipta, dan karsa. Dengan pengembangan potensi-potensi yang ada, manusia mampu mengembangkan dirinya sebagai manusia seutuhnya yaitu makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna.

Perkembangan manusia secara perorangan pun melalui tahap-tahap yang memakan waktu puluhan atau bahakan belasan tahun untuk menjadi dewasa. Upaya pendidikan dalam menjadikan manusia semakin berkembang. Perkembangan keindividualan memungkinkan seseorang untuk mengmbangkan setiap potensi yang ada pada dirinya secara optimal.

Sebagai makhluk individu manusia mempunyai suatu potensi yang akan berkembang jika disertai dengan pendidikan. Melalui pendidikan, manusia dapat menggali dan mengoptimalkan segala potensi yang ada pada dirinya. Melalui pendidikan pula manusia dapat mengembangkan ide-ide yang ada dalam pikirannya dan menerapkannya dalam kehidupannya sehari-hari yang dapat meningkatkan kualitas hidup manusia itu sendiri.

IV.
Dalam kehidupannya manusia berkaitan dengan manusia lain. Setiap manusia memiliki keinginan untuk bersosialisasi dengan sesamanya. Hal ini merupakan salah satu kodrat manusia yang selalu ingin berhubungan dengan manusia lain (Homo Socius). Di dalam kehidupan manusia selanjutnya, ia selalu hidup sebagai warga suatu kesatuan hidup, warga masyarakat, dan warga negara. Hidup dalam hubungan antaraksi dan interdependensi itu mengandung konsekuensi-konsekuensi sosial baik dalam arti positif maupun negatif. Keadaan positif dan negatif ini adalah perwujudan dari nilai-nilai sekaligus watak manusia bahkan pertentangan yang diakibatkan oleh interaksi antarindividu. Tiap-tiap pribadi harus rela mengorbankan hak-hak pribadi demi kepentingan bersama Dalam rangka ini dikembangkanlah perbuatan yang luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan.

Kondisi tersebut tidak terbatas pada wujud badaniah semata. Manusia juga mempunyai perasaaan emosional yang ingin diungkapkan kepada orang lain dan mendapat tanggapan emosional dari orang lain pula. Manusia memerlukan pengertian, kasih sayang, harga diri pengakuan, dan berbagai rasa emosional lainnya. Tanggapan emosional tersebut hanya dapat diperoleh apabila manusia berhubungan dan berinteraksi dengan orang lain dalam suatu tatanan kehidupan bermasyarakat.

Bentuk pengembangan diri manusia sebagai mahluk sosial bisa dilakukan dengan inisiasi pemahaman dan peningkatan pengetahuan manusia. Salah satu bentuk yang dapat dilakukan adalah melalui pendidikan, baik secara formal maupun informal.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s