Pemecah Ombak: Pengaman Namun Tidak Memberi Keamanan

Musim melaut baru berlangsung. Gerombolan ikan di tengah laut bisa mereka peroleh sehingga raupa penghasilan cukup besar. Nelayan yang mujur dalam sekali melaut saja bisa mendapat mendapatkan ikan senilai Rp 5 juta! Namun, untung tak dapat ditolak, bencana tak dapat dihindari. Alih-alih mendapat keuntungan besar, hasil melaut yang sudah mereka peroleh pun kembali berhamburan ketika perahu yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan.

I. Tetrapod, Dilema Perlindungan dan Ancaman Kehilangan Nyawa

Tetrapod itu semula berfungsi sebagai pemecah gelombang. Namun tipologi lahan di Pantai Ayah, Kebumen menyebabkan tetrapod banyak yang tertutup pasir. Kondisi ini memunculkan ancaman tersendiri bagi nelayan yang akan mendarat harus berhadapan dengan “benteng” yang siap mencelakai. Walaupun sudah dihindari tetap ketika ada gelombang besar kesulitan menghindar dan perahu yang mereka gunakan untuk melaut menghantam deretan tetrapod yang dipasang di bibir pantai.

Sungguh miris. Upaya pembangunan yang bertujuan memberikan keamanan dan konsep perlindungan terhadap lingkungan ternyata memberikan dampak bagi warga yang mengandalkan kehidupan keluarga mereka pada lingkungan tersebut.

Rasa pilu semakin terasa ketika mengetahui bahwa para nelayan baru sekitar 1 bulanan ini bisa melaut dan merasakan mendapatkan hasil yang cukup baik. Selama 2,5 tahun ini mereka banyak berhenti melaut dan mengalihkannya pada kegiatan usaha lain di desa. Hal ini terpaksa mereka lakukan karena mengalami “paceklik” ikan. Walaupun mereka memaksakan melaut, hasil yang bisa diperoleh jauh lebih sedikit dibanding biaya operasional yang harus mereka keluarkan. Bahkan tak jarang hasilnya nihil. Alias tidak mendapatkan hasil sama sekali.

Musim melaut baru berlangsung. Gerombolan ikan di tengah laut bisa mereka peroleh sehingga raupan penghasilan cukup besar. Nelayan yang mujur dalam sekali melaut saja bisa mendapat mendapatkan ikan senilai Rp 5 juta! Namun, untung tak dapat ditolak, bencana tak dapat dihindari. Alih-alih mendapat keuntungan besar, hasil melaut yang sudah mereka peroleh pun kembali berhamburan ketika perahu yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan.

Berdasarkan informasi para nelayan di Pasir, dalam jangka satu bulan Akhir Juli – akhir Agustus ini setidaknya 3 kapal nelayan dari Pasir hancur karena menerjang deretan tetrapod tersebut.

Di antara Tetrapod

Kasus terakhir yang terjadi sore kemarin (baca: Selasa 24 Agustus 2011), berselang beberapa jam setelah mengunjungi pantai tersebut, dan mendengar 2 kasus yang sebelumnya terjadi. Dalam kejadian-kejadian tersebut tidak ada korban jiwa. Korban terparah mengalami retak tempurung lututnya karena menghantam tetrapod. Sementara itu,perahu mereka mengalami kerusakan, bahkan ada yang tinggal puing.

Perahu, Tinggal Puing

Perahu, Sebatas Bocor

II. Secuil catatan mengenai Pemecah Ombak
Pemecah gelombang atau pemecah ombak (dalam bahasa Inggris break water) merupakan prasana yang dibangun untuk memecahkan ombak / gelombang dengan menyerap sebagian energi gelombang. Pemecah gelombang digunakan untuk mengendalikan abrasi yang menggerus garis pantai. Selain itu pun berfungsi untuk menenangkan gelombang di pelabuhan agar kapal dapat merapat ke pelabuhan dengan lebih mudah dan cepat.

Pemecah gelombang dibangun sebagai salah satu bentuk perlindungan pantai terhadap erosi dengan menghancurkan energi gelombang sebelum sampai ke pantai, sehingga terjadi endapan di belakang bangunan. Endapan ini dapat menghalangi laju sedimen sepanjang pantai.

Pemecah gelombang lepas pantai dibuat sejajar pantai dan berada pada jarak tertentu dari garis pantai, maka tergantung pada panjang pantai yang dilindungi, pemecah gelombang lepas pantai dapat dibuat dari satu pemecah gelombang atau suatu seri bangunan yang terdiri dari beberapa ruas pemecah gelombang yang dipisahkan oleh celah.

III. Jenis-jenis Pemecah Ombak
Sebenarnya breakwater atau pemecah gelombang dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu pemecah gelombang sambung pantai dan lepas pantai. Tipe pertama banyak digunakan pada perlindungan perairan pelabuhan, sedangkan tipe kedua untuk perlindungan pantai terhadap erosi. Secara umum kondisi perencanaan kedua tipe adalah sama, hanya pada tipe pertama perlu ditinjau karakteristik gelombang di beberapa lokasi di sepanjang pemecah gelombang, seperti halnya pada perencanaan groin dan jetty. Penjelasan lebih rinci mengenai pemecah gelombang sambung pantai lebih cenderung berkaitan dengan palabuhan dan bukan dengan perlindungan pantai terhadap erosi. Selanjutnya dalam tinjauan lebih difokuskan pada pemecah gelombang lepas pantai. Sementara itu, material pemecah gelombang bisa tersesusun oleh batuan alam maupun batuan buatan. Beberapa jenis batu buatan untuk pemecah gelombang adalah sebagai berikut:

Jenis Batuan Buatan Pemecah Ombak

Salah satu jenis pemecah gelombang dengan batu buatan adalah tetrapod. Dalam keilmuan teknik pengelolaan pesisir pantai, tetrapod merupakan struktur beton berkaki empat. Seperti halnya pemecah ombak lainnya, tetrapod ini dirancang untuk menghalau besarnya gelombang yang mengarah ke pantai dan menghindari abrasi.

Tetrapod

Tetrapod

IV. Asa para nelayan
Berdasarkan pemaparan fungsi pemecah ombak tersebut tak dapat disangkal bahwa pemecah ombak penting bagi perlindungan pantai, terutama untuk menjaga penggerusan pasir di pantai. Namun demikian, proses pembangunan pemecah ombak pun perlu memperhatikan fungsi pantai sebagai pendaratan kapal-kapal nelayan. Para nelayan sudah barang tentu tidak dadat menggunakan kapal berukuran besar karena hadirnya pemecah ombak menyulitkan mereka untuk mendarat. Apabila dikaitkan dengan penghasilan nelayan penggunaan kapal kecil tentu mengurangi keuntungan melaut. Penggunaan kapal kecil menyebabkan hasil tangkapannya terbatas karena terbatas beban. Lebih patut disayangkan lagi ketika penggunaan kapal kecil pun ternyata tetap kondisi tersebut sebaiknya menjadi perhatian dari berbagai instansi terkait, terutama dinas perikanan dan kelautan untuk mengantisipasi semakin banyaknya korban yang berjatuhan. Bagaimana caranya? Apakah itu menata ulang bentuk pemecah ombak atau membangun dermaga kapal? Hal terpenting bagi nelayan adalah terjaminnya keselamatan mereka dalam menjalankan kegiatan kerjanya. Sebagai catatan, Pantai Pasir merupakan TPI terbesar di pantai selatan Kebumen, biasanya tak pernah sepi dari aktivitas jual beli ikan. Pendapatan dari Tempat Pelelangan ikan (TPI) disana mencapai milyaran rupiah.

One response to “Pemecah Ombak: Pengaman Namun Tidak Memberi Keamanan

  1. Ada yanng lebih detai gak, cara penyusunanya seperti apa pak… tks

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s