
2 Tahun telah berlalu. Waktu terasa cepat berganti, melewati aral melintang, menyusuri kebahagian bersama. Kini, setelah melawati segala bersama, tercurah anugerah Illahi Rabbi, dengan mempercayai merawat dan membahagiakan si buah hati, seorang putri yang kita cintai. Selamat. Semoga langgeng sampai akhir kelak.
Pengingat, untaian kata yang pernah hadir dalam secarik kartu undangan. Ketika itu…
Read More…
Thursday, November 12, 2009
Categories: personal, poems, reality . Tags: keluarga, puisi, realitas . Author: dienim . Comments: Leave a Comment
Ritual pagi, sebelum mulai bekerja, adalah melakukan perjalanan yang sedikit melelahkan menuju tempat kerja. Bagaimana tidak, hampir setiap hari pula harus melalui jalan Kiaracondong yang dikenal sebagai salah satu titik kemacetan di Kota Bandung.
Read More…
Tuesday, October 20, 2009
Categories: environment, reflection . Tags: personal, Refleksi . Author: dienim . Comments: Leave a Comment

Ucap syukur tiada hentinya digemakan. Kuasa Illahi terasa telah ditunjukkan dalam biduk rumah tangga kami. Betapa tidak, penantian panjang seorang buah hati telah terlaksana seiring terlahirnya sosok kecil dengan jenis kelami perempuan. Tak dipungkiri, keinginan secara pribadi adalah dikaruniai seorang anak laki-laki, tapi lahirnya anak perempuan tetap kami terima dengan Alhamdulillah.
Read More…
Friday, October 2, 2009
Categories: healthy, personal . Tags: keluarga, kesehatan . Author: dienim . Comments: Leave a Comment

Penantian dan pengharapan panjang akhirnya datang juga. Berselang 3 bulan dari”cobaan” di kehamilan sebelumnya, akhirnya si istri kembali dinyatakan positif hamil kembali. Kemudian berselang sembilan bulan kemudian tepat pukul 14.10 wib, tanggal 27 Agustus 2009 (6 Ramadhan 1430H) lahir juga pujaan hati. “Alhamdulillah… Terima kasih Ya Allah”.
Read More…
Friday, October 2, 2009
Categories: healthy, personal, reality, woman . Tags: keluarga, personal, realitas . Author: dienim . Comments: Leave a Comment
Cukup lama waktu berlalu, kegiatan masih berkutat di sekitar studi literatur dan penulisan paper.
Read More…
Wednesday, April 29, 2009
Categories: gender, labour, reality . . Author: dienim . Comments: Leave a Comment
Udara pagi, dingin menusuk relung jiwa.
Read More…
Thursday, April 23, 2009
Categories: Uncategorized . . Author: dienim . Comments: Leave a Comment
Awal kembali kerja, agenda menumpuk, tapi masih belum bisa tune-in
Read More…
Tuesday, April 7, 2009
Categories: healthy, reflection . Tags: Refleksi . Author: dienim . Comments: Leave a Comment
Lama juga tidak menyambangi dan menuangkan isi kepala dalam media ini. Tidak kurang dari 6 bulan berlalu tanpa goresan di layar ini.
Bukan melupakan, atau menghindar. Rasanya berbagai kejadian dalam diri dan beban kerja yang kerap menumpuk tidak bisa memberi waktu untuk menuliskan. Semoga, saat ini bisa menjadi awal untuk kembali menuangkan coretan dalam layar.
Sunday, April 5, 2009
Categories: reflection . . Author: dienim . Comments: Leave a Comment
Seminggu tepat diri terkapar menahan ngilu dan nyeri di kaki. Entah apa yang selama ini menggelayut dalam diri. Lelah? Teledor? Atau apatah, tak habis pikir jika harus diungkap.
Read More…
Sunday, April 5, 2009
Categories: reality, reflection . Tags: realita, Refleksi . Author: dienim . Comments: Leave a Comment
Alhamdulillah. Puji syukur tidak terbatas disampaika pada Yang Maha Satu. Tidak pula ada niat untuk ingkari apa yang menjadi guratan-Nya.
Read More…
Sunday, April 5, 2009
Categories: healthy, reality, reflection . . Author: dienim . Comments: Leave a Comment